Selasa, 01 Maret 2016

aku dan keluargaku

mereka dan keluargaku yap 2 kata itu menggambarkan perasaanku hari ini tepatnya di pagi hari yang sejuk ini dan hembusan angin yang begitu menenangkan jiwa yang sedang bergalau ini (hehee....). bloggers pastinya udah tau kan jumlah anggota keluargaku jadi tak usah aku sebutkan kembali hehe
hari ini aku mau bercerita sedikit ke bloggers karna hanya kamu yang dapat mendengarkan dan rela menjadi tempat curhat buat aku, hari ini aku merasakan lagi semua orang dirumah kecuali bapak tak percaya dan tak mau mendengarkan penjelasanku akan botol minum yang tak sengaja terbawa oleh temanku sebenarnya hal ini sangat sepele untuk dibicarakan tapi entah kenapa keluargaku begitu marah dan kecewa mungkin karena sebelumnya aku pernah menghilangkan sebuah kalkulator yang di beli dengan penuh perjuangan, tapiii.... apakah sebegitunya keluargaku memandang semua kejadian adalah sama meski tak disengaja ?? aku akui kejadian pertama adalah murni kesalahanku tpi untuk botol minum ini bukan kesalahanku. aku marah aku geram aku menangis aku emosi karena kalimat yang tak sepantasnya keluargaku ucapkan terdengar ditelingaku kalimat itu adalah  "MANUSIA TAK BERTANGGUNGJAWAB". aku BUKAN seperti yang keluargaku kira aku telah mengganti kalkulator milik kakaku meski tak sebagus yang ia punya dulu tapi setidaknya hargai usahaku yang tak berpenghasilan ini dan yang membuatku geram adalah keluargaku tak mau mendengarkan terlebih dahulu bahwa botol minum itu TIDAK HILANG melainkan ada di temanku. aku menangis karna aku emosi keluargaku seolah-olah menjudge buruk semua teman-temanku padahal tak seperti itu, andai keluargaku tau bahwa aku menjadi orang yang paling beruntung karena memiliki teman" sebaik mereka yang selalu memahami dan mendengarku tak seperti keluargaku yang acap kali menghiraukan kicauanku dan ini yang menjadi alasan bagiku tersendiri untuk menjadi anak yang pendiam di lingkungan tempat tinggalku. hati ini terus bertanya" akan perbedaan teman"ku dan keluargaku.

Bagaimana bisa mereka berkata aku orang baik sedangkan keluargaku tidak
Bagaimana bisa mereka berkata aku dewasa sedangkan keluargaku tidak
Bagaimana bisa mereka berkata aku orang yang bertanggungjawab sedangkan keluargaku tidak
Bagaimana bisa mereka berkata aku orang yang humoris sedangkan keluargaku tidak
Bagaimana bisa mereka berkata aku orang yang pintar sedangkan keluargaku tidak
Bagaimana bisa mereka mendengar dan memperhatikan lisanku sedangkan keluargaku tidak
Dan hari ini aku belajar untuk memahami diriku lebih dalam agar aku bisa memahami keluargaku

terimakasih ya bloggers udah bersedia jadi tempat curha, sebenarnya curhatanku tak penting" amat hehehe

Rabu, 05 Agustus 2015

cerita kuliah

assalamualaikum ukhti-ukhti cantik, bagaimana kabarnya nih kalian semua ???? kalau aku si baik-baik..
ukh tahun ini tepat setahun aku kuliah di Pendidikan Fisika gak kerasa udah setahun padahal perjalanan semester 1 dan 2 berasa banget perjuangannya belum lagi ngeliat hasil belajar selama 1 semester penuh. ukhti tau kaan gimana rasanya ngeliat hasil belajar ? hmmmm... rasanya itu lebih deg-degan dari di tembak laki-laki hehehehe (lebay banget yah :D).
Sebenernya tujuan aku nulis ini cuma sekedar iseng-iseng alias gada kerjaan (males ngapa-ngapain :D). Oh ya ukh ngomong-ngomong soal IP dan IPK yang aku dapet itu masih layak gak yah di sebut anak FISIKA ?? apalagi sekarang aku udah semester 3 pasti makin banyak rintangan yang akan ku lalui bersama teman-teman dan buku-buku fisika lainnya. Kalau boleh jujur nih ukh sebenernya aku rada takut memasuki semester 3. pasalnya para kaka-kaka tingkat ngomongnya rada nyeremin tentang matkul-matkul yang akan di hadapi nanti 'hiiiiii' -_- di semester 3 ini banyak yang pindah jurusan, fakultas bahkan universitas dengan berbagai alasan yang mereka rasakan salah satunya "ngeriiii dengan fisika"  :D (Udah kaya ngeliat roh halus di depan mata) :D
Semester 3 ?? ya ya yaaa semester 3 ....
hmmm.... itu artinya aku akan punya adik tingkat (sedikit tua kelihatannya :D) semester 3 ini harapan aku cuma 1 yaitu tidak ada lagi huruf C di KHS (aamiin allahuma aamiin). Buat kalian yang baru memasuki dunia perkuliahan (pendidikan fisika) dengan jurusan yang kalian pilih harus pinter-pinter bagi waktu jangan sampai terlena karena banyak waktu senggang karena kalau kalian terlena dengan happy happy di luaran sana maka taruhannya adalah nilai yang akan muncul di KHS (bukannya nakut-nakutin hanya sekedar mengingatkan) boleh si happy-happy tapi jangan keseringan yooo ...
ini hanya sekedar tulisan yang ecek-ecek alias tidak tahu juntrungannya hehehe (maklum baru belajar menulis di blog) ambil yang bagusnya aja yah dari blog ini (kalau ada yang bagus juga hehehe) ...
wasalamualaikum ukhti-uhkti cantik nan soleha terimakasih sudah menyempatkan waktunya untuk sekedar membuka blog aku hehehehe

Jumat, 03 Juli 2015

perdebatan dua hati kecil

Hari yang di tunggu-tunggu pun telah tiba yaitu saatnya mengetahui hasil belajar selama 1 semester penuh. Dengan penuh harap dan keyakinan yang besar akan hasil pelajaran yang memuaskan selama 1 semester :-). Namun, apa lah daya nilai satu mata pelajaran yang di harapkan menghasilkan nilai memuaskan faktanya menghasilkan nilai yang mengecewakan, entah apa yang menyebabkan itu terjadi. Hati pun ikut bicara dan bertanya-tanya "apa benar ini nilai hasil belajar saya selama ini ?" , "apakah sang guru tidak salah menginput datanya ?". Hati semakin gelisah tak seperti biasanya. Akhirnya terjadi perdebatan antara hati yang satu dan yang lainnya, sebut saja lah Hati A dan Hati B. begini lah percakapan tersebut :
Hati A : "mungkin kamu salah presepsi akan pelajaran itu?", katanya
Hati B : "kamu tau apa yang membuat saya yakin akan pelajaran itu mendapat nilai bagus?" (dengan penuh keyakinan ) sautnya
Hati A : lalu, apa yang mebuatmu yakin ?
Hati B : Hal yang membuatku yakin adalah karena aku benar-benar mempelajarinya bukan hanya pada saat ujian saja tetapi aku mempelajarinya dari jauh-jauh hari dan ketika waktu ujian pun tiba aku mengerjakannya dengan penuh ketelitian dan kecermatan (dengan nada sendu)
Hati A : mmmm... kalau memang seperti itu baiknya kau tanyakan langsung oleh sang guru apa yang membuat nilaimu kecil
Hati B : (berpikir sejenak) baiklah akan ku tanyakan langsung oleh sang guru
perdebatan itu pun akhirnya selesai.
Dengan penuh keyakinan aku pun mengikuti Hati B untuk menanyakan kepada sang guru. Awalnya ada keraguan dalam hati untuk bertanya melalui media sosial (medsos), tetapi akhirnya aku pun berani gak berani harus tetap bertanya kepada sang guru.
sambil menunggu balasan dari sang guru aku berdoa semoga sang guru salah menginput nilai ku dan nilaiku menjadi lebih baik.
Mungkin diantara kalian bertanya-tanya mengapa aku nekat menanyakan ini kepada sang guru. Aku pun bingung menjawabnya tetapi aku yakin betul bahwa nilaiku bukan segitu karena aku sudah belajar sungguh-sungguh dan mengerjakannya dengan cermat..
semoga ya rabb nilaiku bisa diperbaiki :)

Senin, 08 Juni 2015

Prestasi Belajar

Prestasi Belajar 

kunci meraih prestasi dalam belajar . sumber gambar freyera.wordpress.com

   Kata prestasi belajar terdiri dari dua suku kata, yaitu ”Prestasi” dan ”belajar”. Meskipun demikian kedua kata tersebut saling berhubungan antara satu dengan yang lain. Belajar merupakan membawa perubahan (dalam arti behavior changes, aktual maupun potensial). Perubahan itu pada pokoknya adalah didapatkannya kecakapan baru dan perubahan itu terjadi karena ada usaha (dengan sengaja). Prestasi  adalah standart test untuk mengukur kecakapan atau pengetahuan bagi seseorang didalam satu atau lebih dari garis-garis pekerjaan atau belajar. Dalam kamus popular prestasi ialah hasil sesuatu yang telah dicapai. Dengan demikian Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh seseorang setelah ia melakukan perubahan belajar, baik di sekolah maupun di luar sekolah.  
   Pendidikan adalah usaha manusia (pendidik) untuk dengan penuh tanggung jawab membimbing anak-anak didik kedewasaan. Sebagai sesuatu usaha yang mempunyai tujuan dan cita-cita tertentu sudah sewajarnya bila secara implisit telah mengandung masalah penilaian terhadap hasil usaha tersebut. Ada satu kesalahan dalam pendidikan kita, selama ini masih banyak pendidikan yang hanya mengutamakan pendidikan brain based education. Artinya masih banyak pendidikan di Negara ini yang hanya melihat berhasil-tidaknya suatu pendidikan dari nilai hasil belajar saja, tanpa melihat bagaimana emosional si anak, psikis si anak, dan akhlak si anak.

    Tujuan yang paling tinggi bagi pendidik dan pelajar muslim adalah mendirikan agama Allah diatas muka bumi ini, dan bekerja dengan ikhlas bagi-Nya semata. Sesuai dengan firman Allah swt.,
 
 
قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam,”(al-An’aam: 162).
   Ini adalah tujuan yang mulia yang tak mungkin terwujud kecuali melalui pelajar yang religius, berprestasi, dan disertai komposisi ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan terpuji serta dengan didukung oleh fasilitas-fasilitas material yang diperlukanya. Bukan semata dengan semangat fanatik, emosi, dan perasaan saja.
   Didapati dengan yakin bahwa prestasi ilmiah (keberhasilan studi) mempunyai beberapa unsur, diantaranya adalah : religiusitas yang aktif, belajar yang tekun dan pandai menggunakan perangkat-perangkat belajar dan fasilitas-fasilitas pendidikan modern.

 A. PENGERTIAN PRESTASI BELAJAR


bentuk penghargaan
    Istilah prestasi belajar terdiri dari dua suku kata, yaitu prestasi dan belajar.Istilah prestasi di dalam Kamus Ilmiah Populer (AdiSatrio, 2005: 467) didefinisikan sebagai hasil yang telah dicapai. Noehi Nasution (1998: 4) menyimpulkan bahwa belajar dalam arti luas dapat diartikan sebagai suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya suatu tingkah laku sebagai hasil dari terbentuknya respon utama, dengan syarat bahwa perubahan atau munculnya tingkah baru itu bukan disebabkan oleh adanya kematangan atau oleh adanya perubahan sementara karena sesuatu hal.
    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah “penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru”.
    Menurut Slameto (1998 : 56) mengemukakan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar banyak jenisnya tetapi dapat digolongkan menjadi dua yaitu faktor interen dan faktor eksteren. Secara rinci faktor tersebut adalah sebagai berikut :  
 

 B. EVALUASI PRETASI BELAJAR

    Istilah Evaluasi atau penilaian adalah sebagai terjemahan dari istilah asing “Evaluation”. Dan sebagai panduan, menurut Benyamin S. Bloom (Handbook on Formative and Sumative Evaluation of Student Learning) dikemukakan bahwa: Evaluasi adalah pengumpulan bukti-bukti yang cukup untuk kemudian dijadikan dasar penetapan ada-tidaknya perubahan dan derajat perubahan yang terjadi pada diri siswa atau anak didik. 
    Kata lain yang sepadan dengan kata evaluasi dan sering digunakan untuk menggantikan kata evaluasi adalah tes, ujian dan ulangan. Istilah evaluasi biasanya digunakan untuk menilai hasil belajar para siswa pada akhir jenjang pendidikan tertentu, seperti Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (EBTANAS) yang kini disebut Ujian Akhir Nasional (UAN). Aktivitas belajar perlu diadakan evaluasi. Hal ini penting karena dengan evaluasi kita dapat mengetahui apakah tujuan belajar yang telah ditetapkan dapat tercapai atau tidak.
aspek-aspek kepribadian yang harus diperhatikan merupakan objek di dalam pelaksanaan evaluasi tersebut, menurut Nasrun Harahap, adalah sebagai berikut:  
 
Tiga Tahapan untuk melakukan evaluasi
www.m-edukasi.web.id
 C. TUJUAN DAN PRINSIP FUNGSI BELAJAR
 
 

D. MACAM-MACAM EVALUASI BELAJAR

macam-macam evaluasi belajar
www.bincangedukasi.com

E. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN TEST ESSAY DAN OBJEKTIF    
TEST OBJEKTIF 
 Tes objektif adalah tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif. Hal ini dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari tes bentuk essai (Arikunto, 2003:164). Tes objektif sangat cocok untuk menilai kemampuan peserta didik yang muntut proses mental yang tidak begitu tunggi seperti kemampuan mengingat kembali, kemampuan mengenal kembali, pengertian, dan kemampuan mengaplikasikan prinsip-prinsip.
Kelebihan Test Objektif yaitu :
    Untuk menjawab test objektif tidak banyak memakai waktu. Reabilitasnya lebih tinggi kalau di bandingkan dengan test Essay, karena penilainnya bersifat   objektif. Pemberian nilai dan cara menilai test objektif lebih cepat dan mudah karena tidak menuntut keahlian khusus dari pada si pemberi nilai. Objektif test tidak memperdulikan penguasaan bahasa, sehingga mudah dilaksanakan. Validity test objektif lebih tinggi dari essay test, karena samplingnya lebih luas.

Kelemahan Test Objektif yaitu :


   Murid sering menerka-nerka dalam memberikan jawaban, karena mereka belum menguasai bahan pelajaran tersebut. Memang test sampling yang diajukan kepada murid- murid cukup banyak, dan hanya membutuhkan waktu yang relative singkat untuk menjawabnya. Tidak biasa mengajak murid untuk berpikir taraf tinggi. Banyak memakan biaya, karena lembaran item- item test harus sebanyak jumlah pengikut test.
MACAM-MACAM TEST OBJEKTIF
 TEST ESSAY 

  Tes Essay adalah tes yang disusun dalam bentuk pertanyaan terstruktur dan siswa menyusun, mengorganisasikan sendiri jawaban tiap pertanyaan itu dengan bahasa sendiri. Tes essay ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan dalam menjelaskan atau mengungkapkan suatu pendapat dalam bahasa sendiri.
   Subino, (1987:2) menyatakan bahwa berdasarkan tingkat kebebasan jawaban yang dimungkinkan dalam tes bentuk uraian, butir-butir soal dalam ini dapat dibedakan atas butir-butir soal yang menuntut jawaban bebas. Butir-butir soal dengan jawaban terikat cenderung akan membatasi, baik isi maupun bentuk jawaban; sedangkan butir soal dengan jawaban bebas cenderung tidak membatasi, baik isi maupun jawaban.
Kelebihan Test Essay yaitu:  
   Peserta didik dapat mengorganisasikan jawaban dengan pendapatnya sendiri. Murid tidak dapat menerka- nerka jawaban soal. Test ini sangat cocok untuk mengukur dan mengevaluasi hasil suatu proses belajar yang kompleks yang sukar diukur dengan mempergunakan test objektif. dll

Kelemahan Test Essay yaitu :
  Sukar dinilai secara tepat. Bahan yang diukur terlalu sedikit, sehingga agak sulit untuk mengukur penguasaan siswa terhadap keseluruhan kurikulum. Sulit mendapatkan soal yang memiliki standar nasional maupun internasional. Membutuhkan waktu memeriksa hasilnya. Dll

F. KESIMPULAN 

   Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki oleh siswa dalam menerima, menolak dan menilai informasi – informasi sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran, yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar.  
   Prinsip umum dan penting dalam evaluasi belajar yaitu adanya triangulasi (hubungan erat tiga komponen) yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan evaluasi. Tujuan evaluasi belajar yaitu untuk mengetahui capaian penguasaan kompetensi oleh setiap siswa sesuai dengan rencana pembelajaran yang disusun oleh guru itu sendiri. Kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa yaitu mencakup kognitif, psikomotorik dan afektif.

G. DAFTAR PUSTAKA 

Syah, Muhibbin. 2010.  Psikologipendidikan, Bandung ; PT RemajaRosdakarya. hal. 140-142
Saifudin, Azwar.1996. pengantar psikologi intelegenci.Jogyakarta: Pustaka Pelajar
Slameto1998.Belajardan factor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: RinekaCipta